​​​​Strategi Marketing Online Untuk Bisnis Pribadi dan Perusahaan di 2020

strategi marketing online

Anda ingin tahu caranya memasarkan produk atau jasa Anda secara online dengan berhasil ditahun 2020 ini?

Untuk bisa berhasil memasarkan produk secara online, Anda mutlak memerlukan strategi marketing online yang sudah terbukti jitu.

Strategi marketing online jitu bisa dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu:

  1. Mempersiapkan aset online yang cocok untuk produk atau layanan Anda
  2. Mendatangkan pengunjung yang memang berminat pada produk atau layanan Anda  ke aset online Anda
  3. Meng-konversi pengunjung menjadi pelanggan dan menindaklanjuti mereka yang sudah datang tapi belum menjadi pelanggan Anda

Ketiga tahapan diatas sudah saya sederhanakan, dan jika Anda ingin tahu bagaimana cara kerjanya secara lebih detail, silakan baca terus artikel ini.

Tapi sebelum kita pelajari ketiga cara diatas secara lebih dalam, saya ingin mengungkap kesalahan terfatal yang sering saya temukan pada cara berpikir pengusaha, pebisnis atau pemilik perusahaan sehubungan dengan marketing online.

Sebagai penyedia jasa layanan pembuatan website, saya sering bertukar pikiran dengan calon klien.

Kebanyakan calon klien adalah perusahaan-perusahaan yang selama ini menjalankan bisnis lewat promosi offline seperti menyebar brosur, ikut pameran, cold calling, sudah punya toko atau workshop sendiri dan juga promosi dari mulut ke mulut.

Singkatnya, mereka ingin meng-online-kan bisnis mereka atau dengan kata lain, mereka ingin meningkatkan bisnis lewat Internet.

Kebanyakan calon klien ini rupanya tidak sepenuhnya paham bahwa Internet bisa menjadi sarana efektif untuk menjual produk atau jasa mereka.

Atau ada juga calon klien yang mau punya website hanya karena kompetitor mereka sudah punya website.

Tapi ada semacam kesamaan kesalahan sudut pandang dari calon klien yang datang dari background offline ini.

Kesalahan apa? Ini bisa jadi kesalahan yang juga ada dipikiran Anda.

Saya bilang ‘bisa jadi’ ya, bukan mutlak

Kesalahannya adalah: mereka mengira bahwa jika sudah punya website, maka otomatis bisnis mereka akan meningkat.

Dengan kata lain, para pengusaha ini punya minded bahwa jika ada website, maka penjualan online mereka akan segera meningkat secara otomatis.

Apakah Anda juga berpikir demikian? 

Mudah-mudahan tidak.

Sekarang saya jelaskan mengapa cara berpikir demikian merupakan kesalahan.

Cara berpikir demikian merupakan kesalahan karena pada kenyataannya, agar bisnis bisa meningkat secara online, website saja tidak cukup. Website harus kedatangan pengunjung jika bisnis mau meningkat.

Untuk bisa mendapatkan pengunjung, Anda harus mempromosikan website Anda.

Kesalahannya terletak pada fakta bahwa banyak calon klien tidak pernah terpikir tentang mempromosikan website mereka.

Mereka hanya berpikir bahwa setelah punya website, maka pengunjung akan datang secara otomatis.

Tidak teman, pengunjung website tidak akan datang secara otomatis.

Tanpa ada promosi, website Anda tidak akan pernah kedatangan satu pengunjung-pun.

Tanpa promosi, bisnis Anda tetap akan berjalan ditempat meskipun sudah punya website.

Oleh sebab fakta ini, sebelum calon klien menggunakan layanan kami disini untuk pembuatan aset online mereka, kami selalu jelaskan hal ini diawal.

Semoga jika Anda punya pemikiran yang salah seperti diatas, kini sudah diperbaiki.

Itu sebabnya juga artikel ini saya tulis untuk membantu Anda mengetahui bagaimana strategi marketing online itu sebenarnya sehingga jika kelak Anda mengonlinekan bisnis Anda, Anda sudah paham harus lakukan apa untuk memasarkan produk atau jasa Anda secara online.

Sekarang mari kita pelajari ketiga strategi marketing online yang kita bahas diatas.

Strategi Marketing Online 1: Mempersiapkan Aset Online

Aset online adalah property online yang bisnis Anda miliki dan berada dibawah kendali Anda sepenuhnya. 

Click to Tweet

Pada umumnya, ini termasuk website, blog, landing page, aplikasi dan toko online.


Yang bukan aset online mencakup:


  • Listing perusahaan Anda di company directory website (contoh: indotrading.com)
  • Profile sosial media
  • Toko online di marketplace seperti di Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dll

Kenapa bukan aset?

Karena semua itu tidak dibawah kendali Anda.


Kalau saya boleh jujur, misalnya jika Anda punya toko di marketplace atau punya profile sukses di sosial media, sebenarnya bisnis Anda berada dalam resiko besar.


Alasannya adalah karena semua itu tidak berada dibawah kendali Anda.


Banyak hal dibatasi atau dilarang dilakukan oleh marketplace atau di sosial media, ini jelas memperlambat perkembangan bisnis Anda.

Jadi jika Anda berpikir bahwa Anda sudah punya aset online di sana, mohon maaf, itu bukan aset online, itu Anda numpang di platform orang lain.

Dilain pihak, aset online yang sesungguhnya memberi Anda 100% kendali. 


Ini termasuk dalam pengelolaan desain, peningkatan kecepatan website, data kustomer, harga, diskon, ongkir dan funnel marketing-nya.


Tanpa aset online yang benar, bisnis Anda berjalan timpang dan sulit berkembang.


Karena itu, meski Anda sudah punya toko online sukses di platform marketplace, memiliki aset online yang bisa Anda kendalikan sepenuhnya adalah hal wajib jika Anda mau terus sukses dan berkembang.


Tapi khususnya jika Anda baru pertama mau meng-online-kan bisnis Anda,  maka Anda perlu paham bahwa memiliki aset online adalah hal mendasar yang akan menjadi landasan sukses menjual lewat Internet untuk jangka panjang.


Aset online yang paling umum dipakai adalah Website.


Agar bisnis Anda bisa dipromosikan lewat Internet, Anda harus punya website terlebih dahulu.


Apa kegunaan website untuk bisnis?


Website digunakan untuk memberikan keterangan tentang produk atau jasa Anda dan untuk membuat perusahaan atau bisnis Anda menjadi lebih terpercaya serta untuk menarik perhatian calon konsumen sehingga akhirnya mereka terkonversi menjadi pelanggan atau klien Anda.

Jika Anda perhatikan baik-baik, tidak ada perusahaan terkenal yang tidak punya website bukan?

Oleh karena itu, saya tidak sependapat dengan pandangan bahwa website tidak wajib ada jika mau menjalankan bisnis lewat Internet.

Tapi jika Anda ingin punya website, jangan sembarangan juga membuat website. 

Website yang Anda buat perlu memiliki kemampuan untuk mendatangkan konversi.

Kemampuan untuk membuat konversi adalah kemampuan sebuah website untuk mengubah pengunjung website menjadi pembeli atau pengguna jasa Anda.

Oleh karena itu, jika Anda membuat website atau menggunakan jasa layanan pembuatan website, Anda perlu pastikan bahwa pembuatnya benar-benar paham hal ini.

Bagaimana Anda bisa tahu?

Yang pasti, kalau pembuatnya adalah seorang desainer website, maka yang Anda akan dapatkan adalah website yang bagus hanya dari sisi desain saja, tapi dari sisi kemampuan membuat konversinya pasti akan sangat kurang mengingat si pembuat adalah desainer, bukan marketer.

Jadi cara yang terbaik adalah menggunakan jasa pembuatan website yang berpengalaman dalam hal desain dan juga marketing online.

Dengan demikian sewaktu website perusahaan Anda selesai dibuat, website tersebut telah benar-benar siap dalam membantu Anda mempromosikan produk atau layanan Anda lewat Internet.

Strategi Marketing Online 2: Mendatangkan Pengunjung Tertarget ke Website/Aset Online Anda

Tidak soal seberapa bagus website Anda, tanpa adanya pengunjung yang berminat dengan produk atau jasa Anda, maka dapat dipastikan bisnis Anda tidak akan melangkah kemanapun.

Click to Tweet

Pengunjung tertarget atau pengunjung yang datang ke website Anda karena memang berminat dengan produk atau layanan Anda, adalah penentu penting untuk terjadinya konversi pada sebuah aset online.


Oleh karena itu, setelah Anda punya aset online, strategi selanjutnya adalah tentang mendatangkan pengunjung ke aset online tersebut.


Dalam dunia marketing online, pengunjung biasanya di sebut sebagai ‘traffic’.


Jadi, agar produk dan jasa Anda yang terpampang di aset online Anda tersebut diketahui orang, maka Anda wajib mendatangkan pengunjung kesana.


Seperti sudah dibahas diatas, pengunjung tidak akan datang dengan sendirinya, Anda harus mendatangkannya.


Untuk melakukannya diperlukan strategi marketing online yang jitu.


Ada strategi marketing online ampuh yang dapat membantu Anda mendatangkan traffic ke aset online Anda.


Saya bagi menjadi 2, strategi marketing online yang cepat dan yang lambat.


Tentu Anda ingin yang cepat bukan?


Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri.


Sekarang mari kita lihat dulu strategi marketing online yang cepat.

Strategi Marketing Online Cepat Untuk Mendatangkan Traffic

Strategi ini adalah dengan memasang iklan di platform iklan seperti Google Ads.


Kelebihannya adalah, Anda bisa mendapatkan pengunjung pada hari yang sama dengan Anda memasang iklan.


Jadi super cepat. Begitu iklan Anda disetujui dan tayang, maka akan segera terjadi kunjungan ke aset online Anda.


Jika aset online Anda memang dibuat dengan kemampuan untuk konversi, maka Anda juga bisa melihat hasil-hasilnya pada hari yang sama.


Tapi ada kekurangannya juga, jika Anda memandangnya demikian.


Memasang iklan online tidak gratis alias butuh biaya. Saya pribadi tidak melihat ini sebagai kekurangan.


Saya ingin bantu Anda untuk melihat dengan 3 alasan bahwa mengeluarkan dana untuk proses beriklan bukan hal yang merugikan.

1. Tidak diperlukan budget iklan yang besar

Untuk beriklan di Google Ads, Anda bisa mengeluarkan dana Rp 50.000/hari. Ini berarti sekitar Rp 1.500.000 per bulan.


Untuk Anda yang serius bisnis, saya rasa mengeluarkan Rp 1.500.000 adalah hal yang wajar untuk mempromosikan bisnis Anda.

2. Konversi, Cashflow dan Profit Cepat Terlihat

Dengan mengeluarkan dana untuk beriklan, produk dan jasa Anda bisa segera dilihat oleh orang-orang, dan pastilah akan terjadi konversi.


Jika ada konversi, itu berarti terjadi penjualan, maka terjadilah cashlflow dan profit. Semua ini bisa Anda lihat dengan cepat. 

3. Iklan Memungkinkan Anda Memiliki Database

Dengan mengeluarkan dana untuk beriklan, boleh dibilang Anda sedang mengumpulkan database pengunjung Anda.


Mungkin ada yang kontak Anda lewat WhatsApp, telpon, email tapi belum menjadi pelanggan Anda.


Anda bisa follow up mereka, membangun hubungan, memberi penawaran-penawaran menarik untuk mereka sehingga pada akhirnya mereka pun terkonversi menjadi pelanggan - hal yang tidak bisa dilakukan jika Anda numpang di platform seperti marketplace dsb.

Semoga ketiga hal diatas bisa membantu Anda keluar dari cara berpikir bahwa untuk berpromosi tidak perlu mengeluarkan biaya atau kalau mengeluarkan biaya berarti rugi atau tidak asyik.

Untuk setiap bisnis pasti harus ada modal untuk biaya promosi. Jika Anda ingin berbisnis tapi tidak memikirkan dana untuk promosi, maka bisnis Anda akan berjalan ditempat.

Strategi Marketing Online Lambat Untuk Mendatangkan Traffic

Lambat bukan berarti tidak efektif.

Lambat disini artinya traffic akan datang secara perlahan, bukan instan seperti dengan berpromosi lewat iklan.

Metode lambat ini disebut Search Engine Optimization atau SEO.

Jika SEO dilakukan dengan benar, maka website Anda pada saatnya nanti akan berada diurutan pertama halaman pertama Google untuk kata kunci yang Anda target.

Saat aset online Anda ada dihalaman pertama Google, maka secara otomatis Anda akan kebanjiran pengunjung.

Kekurangan SEO - Jika Anda melihatnya sebagai kekurangan

SEO itu tidak instan, itu sebabnya saya menyebutnya 'lambat'. Prosesnya bisa berbulan-bulan sampai akhirnya aset online Anda merangking dihalaman pertama Google.

SEO juga bukan ilmu yang mudah. Anda perlu mengeluarkan banyak waktu untuk mempelajarinya dan juga biaya untuk bisa melakukan SEO.

Tapi sekali lagi, buat saya ini bukan kekurangan, mengingat hasil SEO akan sangat menguntungkan untuk bisnis.

Strategi Marketing Online Yang Ideal

Strategi marketing online yang ideal adalah kombinasi antara strategi marketing online yang cepat dan yang lambat, yaitu beriklan bersamaan dengan menjalankan SEO.

Click to Tweet

Strategi Marketing Online 3: Meng-konversi Pengunjung Menjadi Pelanggan

Diatas saya sudah beberapa kali menyebut-nyebut tentang konversi.

Itu saya lakukan agar Anda semakin memiliki rangka berpikir tentang pentingnya konversi.

Seperti telah dibahas, aset online Anda, biasanya website, harus punya kemampuan untuk membuat konversi.

Karena saya sedang membahas strategi, bukan cara pembuatan website yang bisa membuat konversi, saya asumsikan Anda punya website yang demikian, jika belum, Anda bisa lihat salah satu layanan saya di sini.

Sekarang kita bahas strateginya.

Diatas, saya menyarankan Anda untuk beriklan dan pada waktu yang sama melakukan SEO.

Tapi pertanyaan yang sering masuk ke saya adalah, dari antara iklan dan SEO, yang mana yang terbaik untuk bisnis?

Saya jawab: Iklan lebih baik untuk bisnis.

Alasannya? Karena iklan bisa meng-konversi pengunjung menjadi pelanggan dengan lebih cepat dan efektif.

Saya jelaskan.

Selain iklan memberi hasil yang cepat dalam hal traffic, iklan juga bisa membantu terjadinya penjualan atau konversi secara cepat.

Misalnya, andaikata pengunjung yang datang dari iklan tidak menjadi kustomer Anda pada kali pertama mereka datang, dengan iklan Anda bisa menargetkan mereka kembali agar kembali melihat penawaran Anda.

Proses ini disebut remarketing.

Logikanya begini:

Jika orang mengunjungi website Anda dari iklan yang dipasang, itu berarti orang tersebut tertarik dengan penawaran Anda.

Sewaktu dia datang tapi tidak terkonversi menjadi pelanggan, ini bukan berarti dia tidak mau menggunakan produk Anda.

Mungkin saat itu dia masih belum siap untuk membeli produk atau layanan Anda.

Untuk itu, pengunjung-pengunjung ini perlu di follow up.

Tapi bagaimana cara follow up mereka jika kita tidak punya nomor telpon atau email mereka?

Nah, iklan bisa melakukannya.

Di Google Ads, Anda bisa membuat iklan untuk menargetkan orang-orang yang pernah datang ke website Anda tapi belum menjadi pelanggan.

Dengan menampilkan iklan kita kepada para pengunjung ini, kita sebenarnya sedang mengingatkan mereka tentang produk atau layanan kita.

Mengingat mereka pada dasarnya sudah tertarik, maka logisnya adalah, mereka akan terdorong untuk membeli produk atau layanan kita jika terus menerus diingatkan.

Jika Anda menggunakan SEO dan akhirnya ada traffic yang datang dari SEO, Google Ads juga bisa merekam kedatangan pengunjung yang berasal dari SEO.

Anda bisa meremarketing pengunjung dari SEO menggunakan Google Ads, sedangkan Anda tidak bisa menggunakan SEO untuk mencapai kembali pengunjung dari SEO yang tidak terkonversi menjadi pelanggan.

Disinilah kelebihan beriklan.

Saya masih menyarankan Anda melakukan SEO karena ini juga amat efektif.

Tapi dengan iklan, Anda akan lebih cepat melakukan bisnis dan lebih cepat pula dalam melihat hasil-hasilnya.

Jika Anda berfokus pada beriklan saja, maka budget promosi Anda juga akan terkonsentrasi untuk iklan saja.

Ini berarti budget iklan Anda bisa lebih besar dari seharusnya.

Budget memegang peranan penting dalam beriklan.

Semakin besar budget-nya maka semakin banyak pengunjung yang bisa Anda datangkan ke website sehingga kemungkinan untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan menjadi lebih besar pula.

Kesimpulan Tentang Strategi Marketing Online

Masing-masing strategi marketing online yang saya bahas sebenarnya belum mencakup hal-hal detailnya.


Seperti pepatah luar mengatakan ‘the devil is in the detail’, yang artinya bahwa ada detail dari strategi marketing online diatas yang perlu Anda ketahui juga.


Tapi intinya, Anda sekarang sudah tahu kerangka untuk marketing online yang benar.

Jika Anda ingin segera meng-online-kan bisnis Anda, Anda tidak perlu ragu karena sekarang sudah tahu cara bermainnya.

Blog Kami

Blog KonversiaDigital berisi berbagai macam informasi seputar strategi marketing online.


Saya sarankan Anda untuk berlangganan gratis mailing list kami agar bisa mendapatkan notifikasi saat kami mempublikasikan artikel strategi marketing online terbaru.

Layanan Kami

Jika Anda tertarik dengan proses marketing online dan berencana untuk membuat website, blog, landing page dan aset online lainnya untuk pribadi atau pun perusahaan, ada baiknya melihat layanan kami dalam hal-hal tersebut.


Silakan klik disini.

Buat Aset Online Anda Bersama Kami